Liam Story #SadEnding
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebuah kertas terjatuh dari tanganmu. Kamu terduduk lesu disebuah bangku dikoridor rumah sakit. Surat keterangan dari dokter tersebut membuatmu shock dan sedih. Anakmu "Gabriell Jostavine Payne" yang berumur 3 tahun harus menderita gagal ginjal dan harus selalu rutin cuci darah kerumah sakit.
Sebuah tangan menghapus air mata mu yang menetes deras. Usapan lembutnya tak asing dikulitmu. Suamimu sudah berada didepan dan tersenyum kearahmu.
"Everything's gonna be okay, darl" Suamimu, Liam James Payne menenangkan mu.
"Dia masih kecil, dia ga seharusnya punya penyakit seserius ini" tangisamu pecah didalam pelukan hangat Liam.
"Kamu tau aku cuma punya satu ginjal dan aku masih bisa hidup sampai sekarang. Anak kita pasti sekuat aku ko" Liam mengelus pundakmu menenangkan.
Kamu masih saja meneteskan air matamu dipelukan Liam....
*SKIP 3 bulan kemudian*
"Mom... aku harus kerumah sakit lagi ya hari ini ?" tanya Gabriell saat kamu memakai jaket kebadannya.
"Iya, sayang. Kamu mau sembuh kan ? Mau ikut daddy tour kan ? makanya kamu harus rajin kerumah sakit biar sembuh" jawabmu menahan tangis.
"Pfffft....... Aku cape mom, aku pengen bobo yang panjang aja ah biar ga kerumah sakit mulu" dengan muka polosnya Gabriell berbicara seperti itu. Kamu kaget dan sedih. Dengan sekuat tenaga kamu menahan tangismu didepan Gabriell.
"Semua udah siap ?" Liam datang tepat pada waktunya saat air mata kamu hampir terjatuh. Kamu lagsung menghadap kearah datangnya Liam dan menghapus air matamu agar Gabriell tidak melihat itu.
"Ready daddy direction!!!" ucap Gabriell setengah bercanda kearah daddy-nya. Liam segera menggendong Gabriell dan merangkulmu keluar rumah menuju mobil dan berangkat kerumah sakit.
Kamu dan Liamm seperti biasa menunggu diluar ruangan dimana Gabriell menjalani cuci darah.
"Gabriell bilang dia mau tidur yang panjang, babe. Aku takut itu pertanda...." kamu menagis dipundak Liam. Liam mengelus kepalamu dengan lembut.
"Dia akan baik-baik aja kok sayang, percaya sama aku ? oke ?" Liam dengan suara yang sangat lembut mencoba menenangkanmu. Kamu pelan mengangguk setuju.
*SKIP 5 bulan kemudian*
"Keadaan Gabriell semakin parah, ia tidak hanya membutuhkan cuci darah, tapi harus mendapatkan donor ginjal yang cocok agar dia dapat terus bertahan" dokter menjelaskan masalah yang dihadapi Gabriell saat ini kepada mu dan Liam.
Kamu menarik nafas panjang. Kamu bingung harus melakukan apa. Donor ginjal yang cocok itu susah, sangat mat susah. Kamu hopeless dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Liam meyuruhmu kekamar Gabriell karena ia ingin membicarakan sesuatu kepada dokter.
Kamu masuk kekamar Gabriell. Dia sedang bermain dengan robot buzz lightyear dan woody diatas temapt tidurnya. Gabriell persisi seperti ayahnya yang menyukai toy story. Kamu berusaha menyembuynikan kesedihan mu didepan Gabriell agar dia tidak ikut sedih.
Tak lama kemudian Liam masuk kekamar Gabriell dan memberitahumu bahwa ia menemukan donor ginjal yang tepat dari Jepang. Kamu senang bukan main. Liam bilang, saat operasi nanti ia akan pergi ke Jepang dan menemui keluarga sang pendonor untuk berterimakasih. Tanpa curiga kamu mengizinkannya.
*SKIP hari operasi*
Kamu menerima surat dari seorang susuter 15 menit setelah operasi Gabriell dimulai.
"Heyy!! (mrs.(yn) payne. Sorry, maybe i'm a big fat liar. Aku bohong kekamu masalah aku kejepang. Sebenenrnya aku ga kejepang dan aku masih ada dirumah sakit ini. Tapi mungkin kita ga satu ruangan, aku lagi diruangan yang sama kayak Gabriell nemenin dia........." surat itu dari Liam, apa maksudnya ? kamu mengatur ritme nafas sebelum melanjutkan memmbaca surat itu.
"Aku sayng banget sama kamu, aku juga sayang sama Gabriell. Aku mau kalian berdua bahagia selamanya. Mungkin aku ga akan ada dideket kalian lagi tapi aku akan selalu ada dihati kalian. Aku minta maaf sebelumnya ga bilang kekamu kalo aku yang donorin ginjal aku buat gabriell. Ginjal aku sama gabriell cocok, aku harus nyelematin dia biar kamu seneng dan bisa ketawa lagi. Maafin aku ya udah bohong kekamu. I love you mrs.(yn) payne and Gabriell Jostavine Payne" kamu terisak membaca surat itu. Kamu terduduk lemas mengingat setiap kata dalam surat itu.
Liam mendonorkan ginjalnya untuk anak kesayangannya. Dia mau ngeliat kamu senyum lagi dengan kesembuhan Gabriell. Kamu terisak dan menciumi surat itu, Bau khas Liam.....
"Aku juga sayang sama kamu. Kamu ga harus kayak gini Liam, aku sama Gabriell ga ada apa-apanya tanpa kamu. I love you.........." kamu berbisik sambil terus menciumi surat itu. Ikhlas tidak ikhlas kamu harus merelakan kepergian suamimu, Liam Payne. Dia benar-benar sosok superdad dalam keluargamu.
*SKIP 5 bulan kemudian*
Gabriell sudah sembuh total berkat donor ginjal daddy-nya. Hari ini kamu dan Gabriell memutuskan pergi kemakam Liam untuk merayakan ulang tahun Liam.
"Happy birthay babe:') kamu seneng kan disana ? Kamu liat kan aku sama Gabriell seneng disini ? Sebenrnya ini semua ga lengkap tanpa kamu.... aku sama Gabriell sayang sama kamu" sambil menaburkan bunga dipusara Liam kamu berbicara.
"Daddy!!!!!!!!!! Gabriell udah scembuh donk :p ih dady malah bobok ah ga selu wuuuuu..... Gabliel mau main ama daddy nih, main sama mommy ga selu tau..... daddy bangun donk angan umpet mulu didalem!" dengan suara cadelnya Gabriell berbicara seperti itu.
Gabriell tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Kamu megelus kepala Gabriell sambil berkata
......
"Kamu cuma bisa mian sama dady didalem mimpi kamu sayang, kamu ga bisa main sama daddy disini" air mata mu pun mengalir pelan dipipimu.
"Selamat jalamn Liam, aku sama Gabriell sayang kamu" kamu mencium nisan Liam dan pergi.
-----------------THE END----------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebuah kertas terjatuh dari tanganmu. Kamu terduduk lesu disebuah bangku dikoridor rumah sakit. Surat keterangan dari dokter tersebut membuatmu shock dan sedih. Anakmu "Gabriell Jostavine Payne" yang berumur 3 tahun harus menderita gagal ginjal dan harus selalu rutin cuci darah kerumah sakit.
Sebuah tangan menghapus air mata mu yang menetes deras. Usapan lembutnya tak asing dikulitmu. Suamimu sudah berada didepan dan tersenyum kearahmu.
"Everything's gonna be okay, darl" Suamimu, Liam James Payne menenangkan mu.
"Dia masih kecil, dia ga seharusnya punya penyakit seserius ini" tangisamu pecah didalam pelukan hangat Liam.
"Kamu tau aku cuma punya satu ginjal dan aku masih bisa hidup sampai sekarang. Anak kita pasti sekuat aku ko" Liam mengelus pundakmu menenangkan.
Kamu masih saja meneteskan air matamu dipelukan Liam....
*SKIP 3 bulan kemudian*
"Mom... aku harus kerumah sakit lagi ya hari ini ?" tanya Gabriell saat kamu memakai jaket kebadannya.
"Iya, sayang. Kamu mau sembuh kan ? Mau ikut daddy tour kan ? makanya kamu harus rajin kerumah sakit biar sembuh" jawabmu menahan tangis.
"Pfffft....... Aku cape mom, aku pengen bobo yang panjang aja ah biar ga kerumah sakit mulu" dengan muka polosnya Gabriell berbicara seperti itu. Kamu kaget dan sedih. Dengan sekuat tenaga kamu menahan tangismu didepan Gabriell.
"Semua udah siap ?" Liam datang tepat pada waktunya saat air mata kamu hampir terjatuh. Kamu lagsung menghadap kearah datangnya Liam dan menghapus air matamu agar Gabriell tidak melihat itu.
"Ready daddy direction!!!" ucap Gabriell setengah bercanda kearah daddy-nya. Liam segera menggendong Gabriell dan merangkulmu keluar rumah menuju mobil dan berangkat kerumah sakit.
Kamu dan Liamm seperti biasa menunggu diluar ruangan dimana Gabriell menjalani cuci darah.
"Gabriell bilang dia mau tidur yang panjang, babe. Aku takut itu pertanda...." kamu menagis dipundak Liam. Liam mengelus kepalamu dengan lembut.
"Dia akan baik-baik aja kok sayang, percaya sama aku ? oke ?" Liam dengan suara yang sangat lembut mencoba menenangkanmu. Kamu pelan mengangguk setuju.
*SKIP 5 bulan kemudian*
"Keadaan Gabriell semakin parah, ia tidak hanya membutuhkan cuci darah, tapi harus mendapatkan donor ginjal yang cocok agar dia dapat terus bertahan" dokter menjelaskan masalah yang dihadapi Gabriell saat ini kepada mu dan Liam.
Kamu menarik nafas panjang. Kamu bingung harus melakukan apa. Donor ginjal yang cocok itu susah, sangat mat susah. Kamu hopeless dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Liam meyuruhmu kekamar Gabriell karena ia ingin membicarakan sesuatu kepada dokter.
Kamu masuk kekamar Gabriell. Dia sedang bermain dengan robot buzz lightyear dan woody diatas temapt tidurnya. Gabriell persisi seperti ayahnya yang menyukai toy story. Kamu berusaha menyembuynikan kesedihan mu didepan Gabriell agar dia tidak ikut sedih.
Tak lama kemudian Liam masuk kekamar Gabriell dan memberitahumu bahwa ia menemukan donor ginjal yang tepat dari Jepang. Kamu senang bukan main. Liam bilang, saat operasi nanti ia akan pergi ke Jepang dan menemui keluarga sang pendonor untuk berterimakasih. Tanpa curiga kamu mengizinkannya.
*SKIP hari operasi*
Kamu menerima surat dari seorang susuter 15 menit setelah operasi Gabriell dimulai.
"Heyy!! (mrs.(yn) payne. Sorry, maybe i'm a big fat liar. Aku bohong kekamu masalah aku kejepang. Sebenenrnya aku ga kejepang dan aku masih ada dirumah sakit ini. Tapi mungkin kita ga satu ruangan, aku lagi diruangan yang sama kayak Gabriell nemenin dia........." surat itu dari Liam, apa maksudnya ? kamu mengatur ritme nafas sebelum melanjutkan memmbaca surat itu.
"Aku sayng banget sama kamu, aku juga sayang sama Gabriell. Aku mau kalian berdua bahagia selamanya. Mungkin aku ga akan ada dideket kalian lagi tapi aku akan selalu ada dihati kalian. Aku minta maaf sebelumnya ga bilang kekamu kalo aku yang donorin ginjal aku buat gabriell. Ginjal aku sama gabriell cocok, aku harus nyelematin dia biar kamu seneng dan bisa ketawa lagi. Maafin aku ya udah bohong kekamu. I love you mrs.(yn) payne and Gabriell Jostavine Payne" kamu terisak membaca surat itu. Kamu terduduk lemas mengingat setiap kata dalam surat itu.
Liam mendonorkan ginjalnya untuk anak kesayangannya. Dia mau ngeliat kamu senyum lagi dengan kesembuhan Gabriell. Kamu terisak dan menciumi surat itu, Bau khas Liam.....
"Aku juga sayang sama kamu. Kamu ga harus kayak gini Liam, aku sama Gabriell ga ada apa-apanya tanpa kamu. I love you.........." kamu berbisik sambil terus menciumi surat itu. Ikhlas tidak ikhlas kamu harus merelakan kepergian suamimu, Liam Payne. Dia benar-benar sosok superdad dalam keluargamu.
*SKIP 5 bulan kemudian*
Gabriell sudah sembuh total berkat donor ginjal daddy-nya. Hari ini kamu dan Gabriell memutuskan pergi kemakam Liam untuk merayakan ulang tahun Liam.
"Happy birthay babe:') kamu seneng kan disana ? Kamu liat kan aku sama Gabriell seneng disini ? Sebenrnya ini semua ga lengkap tanpa kamu.... aku sama Gabriell sayang sama kamu" sambil menaburkan bunga dipusara Liam kamu berbicara.
"Daddy!!!!!!!!!! Gabriell udah scembuh donk :p ih dady malah bobok ah ga selu wuuuuu..... Gabliel mau main ama daddy nih, main sama mommy ga selu tau..... daddy bangun donk angan umpet mulu didalem!" dengan suara cadelnya Gabriell berbicara seperti itu.
Gabriell tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Kamu megelus kepala Gabriell sambil berkata
......
"Kamu cuma bisa mian sama dady didalem mimpi kamu sayang, kamu ga bisa main sama daddy disini" air mata mu pun mengalir pelan dipipimu.
"Selamat jalamn Liam, aku sama Gabriell sayang kamu" kamu mencium nisan Liam dan pergi.
-----------------THE END----------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar