#OneDirectionLoveStory - “Boyfriend, Bestfriend or
Girlfriend”
----Part 24---- by://septioktaviantry.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Zayn pov*
Gue memutuskan keluar kamar Niall karena gue ga
sanggup buat nahan air mata gue. Gue udah nahan air mata ini sejak Shale mulai
masuk kamar Niall dan mengucapkan kata-kata lembut ke Niall. Tapi ketika Shale
bilang kalo dia sayang Niall gue ga sanggup nahan air mata. Gue tau itu hanya
rekayasa tapi itu tetep bikin hati gue nangis. Sebelum buka pintu kamar Niall,
gue hapus air mata gue.
“Zayn ?”ucap Ale menyambut gue saat gue keluar kamar
Niall.
“Gimana keadaan Niall ?”Tanya Greg sedikit cemas.
“Dia udah sadar dan kayaknya udah ngeleatin masa
kritisnya”ucap gue bergetar masih nahan tangis.
“Kita bisa masuk ?”ucap Ale panic karena ingin melihat
keadaan Niall secepatnya.
“Boleh” ucap dokter yang keluar dari kamat Niall,
membuat kami semua menengok kearahnya.
Gue dan semuanya pun masuk kekamar Niall. Begitu juga
Louis dan Elenor. Tapi seketika gue kaget pas gue liat Shale lagi meluk Niall!
Niall juga cium puncak kepala Shale. Hati gue semakin sakit dan panas tapi gue
tahan. Gue lirik kearah Ale yang juga sedikt kaget tapi tetep berlagak tenang.
“Hai guys!!!”ucap Niall tersenyum sambil menarik
tangan Shale agar duduk disamping Niall diatas ranjang Niall.
“Hai!!!”ucap kami semua serentak.
“Gimana keadaan lo ?”ucap Greg menanyakan kondisi
adiknya.
“I’m fine brooooo! Ya semua ini berkat My Little Angel”
ucap Niall melirik kearah Shale, terseyum dan mencium punggung tangan Shale.
“Are you dating guys ?”Tanya Liam to the point.
“Of course!!!”ucap Niall bersemangat sambil merangkul
pinggang Shale.
Gue liat Shale sedikit risih. Entah dia risih karena
sebenarnya dia ga suka Niall atau karena ada gue dan Ale. Shale sesekali
tersenyum tapi bukan senyum alami. Senyum itu hanyalah senyum palsu demi
kesenangan Niall. Gue sebenarnya ga seneng mendengar Niall mengatakan bahwa
Shale adalah pacarnya dan merangkul Shale layaknya orang pacaran didepan gue.
Gue melihat kearah sepupu gue, Ale. Dia nunduk tisak
melihat Niall yang merangkul Shale. Sebenarnya Ale dan Shale baru saja
berbaikan tapi gue rasa aka nada percikan amarah lagi didalam hati Ale.
Entahlah gue ga tau jelas apa yang ada difikiran Ale.
*Ale pov*
Gue seneng Zayn bilang kalo Niall udah sadar dan lewat
masa kritisnya terlebih dokter membolehkan kita semua melihat keadaan Niall.
Senyum ceria seketika menghiasi wajah gue. Tapi senyum itu seketika lenyap
ketika gue masuk kamar Niall dan melihat Niall memeluk dan mencium puncak
kepala Shale!!!!
Gue sebenarnya kaget tapi gue bersifat rilex dan tetap
tersenyum seadanya. Gue liat Shale kaget saat kita semua masuk kamar Niall.
Dengan cepat ia menarik badannya dan berdiri tegap. Tetapi Niall kembali
menarik tangannya dan menyuruh Shale duduk disebelah Niall.
Didalam kamar Niall, sebenarnya gue ga kuat dengan
apapun yang keluar dari mulut Niall. Dia mengatakan Shale pacarnya, menyebut
Shale sebagai Little Angel-nya dia dan apapun itu yang terjadi didalem bikin
gue ga kuat. Gue ga berani liat kearah Niall yang lagi ngerangkul pinggang
Shale, gue ga kuat liat itu. 15 Menit didalam kamar Niall gue memutuskan pergi.
“Hm.....Gue pulang duluan ya! Gue mau istirahat
dirumah. Lagi ga enak badan!” ucap gue singkat.
“Gue sama Harry anterin lo ya Le ?”ucap Clasta
menggandeng gue.
“Ga usah gue sendiri aja ga apa-apa kok”ucap gue
sambil senyum.
“Get Well Soon Nialler!!!”ucap gue melambaikan tangan
kea rah Niall. Niall hanya terseyum.
Gue pun memutuskan pulang. Baru samapi depan pintu
kamar Niall air mata udah ngalir dipipi gue. Gue jalan terseok dikoridor rumah
sakit menuju luar rumah sakit. Gue hamper jatuh karena pusing tapi tiba-tiba
ada yang nahan badan gue, Liam!
*Liam pov*
Gue tau kalo Ale suka Niall sejak tadi pagi. Saat gue
denger cerita Clasta bahwa Ale nangis karena denger Niall nyatain perasaanya ke
Shale. Clasta bilang kalo Ale udah suka sama Niall sejak dulu tapi kenapa Niall
suaknya sama Shale yang baru aja kenal Niall ?
Clasta juga sempet cerita bahwa Ale nyesel ngajak
Shale liburan di London kalo akhirnya gebetannya sendiri suka sama Sahabatnya.
Gue tau Ale pasti marah sama Shale tapi gue liat tadi mereka udah maafan setau
gue.
Ale tiba-tiba berubah ketika melihat kedekatan Shale
dan Niall diruang rawat itu. Dia tiba-tiba hanya terseyum seadanya dan menunduk
tidak melihat kearah Niall. Tiba-tiba juga Ale mau pulang! Tadinya Clasta mau
nemenin tapi Ale ngelarang dan gamau dianter Clasta. Alhasil Ale pulang
sendiri.
Saat gue sedang menggobrol dengan yang lain tiba-tiba
Clasta menyenggol lengan gue dan mengisyaratkan agar gue nemenin Ale pulang.
Gue pun setuju karena gue liat Clasta cemas dengan keadaan Ale. Setelah pamit
gue pun buru-buru ngejar Ale.
Gue liat Ale jalan sempoyongan. Entah dia pusing atau
apa. Dia tadi bilang kalo dia ga enak badan dan sejak tadi emang gue liat muka
Ale pucat tak seperti biasanya. Tiba-tiba Ale hamper terjatuh! Dengan sigap gue
berlari dan nagkep badan Ale sebelum jatuh kelantai.
“Liam ?”ucap Ale dengan mata berkaca-kaca.
“Aku anter kamu pulang. Oke ?”ucap gue sambil mapah
Ale. Ale ngangguk.
Akhirnya gue nganterin Ale pulang kayak tadi pagi. Pas
sampe depan rumah Ale gue dapet sms dari Clasta. Isinya...
From : Clastaria M.
Tungguin Ale sampe gue atau Zayn dateng! Jangan
ditinggal!!!
Karena dapet sms itu. Gue yang semula langsung ingin
pulang jadi ngater Ale samapi masuk. Ale minta izin buat ganti baju dan gue
nunggu diruang tivi. 5 menit berselang.... tiba-tiba gue denger Ale teriak dari
kamar. Gue pun langsung lari nyamperin Ale takut dia kenapa-napa.
Apakah yang terjasi dengan Ale ? Apakah Ale akan
bertengkar lagi dengan Shale ? Bagaimana hubungan Zayn-Shale-Niall ? Tunggu
PART 25!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar