#OneDirectionLoveStory - “Boyfriend, Bestfriend or
Girlfriend”
----Part 25---- by: http://septioktaviantry.blogspot.com
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Liam pov*
Gue tiba-tiba denger Ale teriak-teriak ga jelas dari
kamarnya. Suaranya kayak orang yang teriak sambil nagis. Gue panic dan langsung
nyamperin Ale kekamarnya. Pintu kamarnya ga dikunci yang mebuat gue dengan
mudah masuk dan lihat kondisi Ale. Gue kaget! Ale ngamuk banting semua
pernak-pernik dimejanya dan ngelemaparin semua barang dideket dia, termaksud
foto dia dan Shale.
“Ale!!!! Kamu kenapa ?” gue peluk Ale nenangin dia
tapi dia tetep meronta-ronta.
“Le!!!! Please cerita sama aku, kamu kenapa ? Jangan
kayak gini!!!”ucap gue berusaha nenagin Ale tapi tetep ga berhasil.
Tiba-tiba Ale lari keluar dari kamarnya dan menuju
sebuah kamar lainnya. Gue menebak kalau itu kamar Shale karena rapih, tidak
mungkin kamar Zayn-_- Ale mengeluarkan koper dari atas lemari dan mengeluarkan
semua baju didalam lemari itu lalu memasukkanya kedalam koper.
Ale mebawa koper itu keluar rumah dan membuangnya. Gue
hanya mengikuti kemana Ale pergi dan tak manyakan apapun. Setelah Ale pergi dan
masuk kerumah kembali, koper yang dibuang Ale gue ambil dan gue taruh didepan
tivi.
Gue kembali ngejar Ale. Kali ini dia masuk lagi
kemarnya. Dia ngambil figura foto yang pecah. Foto dia sama Shale. Dia ambil
fotoya dan robrk fotonya hingga kecil-kecil. Ale lalu teriak..
“Bad Friends Forever!!! Shale you’re my BFF but Bad
Friend Forever Not Best Friend Forever!! I hate you Shale!!!!” Ale mencoret
muka Shale difoto yang telah ia robek itu.
Ale menagis, dia mungkin sudah lelah teriak sambil
menagis. Gue peluk Ale, dan nenangin dia. Gue gendong Ale keatas tempat
tidurnya. Gue elus kepala Ale samapi akhirnya dia tertidur plas. Gue mau
merapihkan kekacauan ini, tapi sebelumnya gue mau sms Clasta.
To : Clastaria M.
Cepet kesini!!!Ale tadi tiba-tiba menagis dan
menjerit! Sekarang dia sudah tenang dan teridur. Gue harap lo dating kesini
secepatnya!!!
*Clasta pov*
Kita semua mau pamit pulang tepat ketika handphone gue
bordering. Nada sms masuk. Gue check sms itu yang ternyata fari Liam.
From : Liam James P.
Cepet kesini!!!Ale tadi tiba-tiba menagis dan
menjerit! Sekarang dia sudah tenang dan teridur. Gue harap lo dating kesini
secepatnya!!!
Gue panic seketika nerima sms itu. Dengan segera gue
pulang dari rumah sakit dan kerumah Ale. Gue ga ngasih kabar ini ke Zayn karena
gue panic dan lupa-_- Sebenarnya Zayn juga sudah pamit pulang ke Niall, tapi
dia bilang kalo ndia mau pulang bareng Shale. Alhasil gue dan Harry langsung
kerumah Ale.
Gue samapi dirumah Ale ketika Liam sedang membereskan
kaca figura foto yang pecah. Gue liat Ale tertidur pulas dengan mata sembap,
muka pucat dan tak karuan. Gue masuk kamar Ale perlahan agar tak
membangunkannya.
“What happen ?”Tanya gue ke Liam yang lagi nyapu
lantai.
Liam nyuruh gue menunggu diruang tivi dulu samapi ia
menyelesaikan pekerjaanya. Gue punsetuju dan kembali keruang tivi. Gue nunggu
Liam kira-kira b10 menit sampai akhirnya Liam selesai dan duduk diruang tivi
juga bareng gue dan Harry. Liam pun memulai bercerita.....
Gue kaget denger cerita Liam. Gue kaget sekaget
kagetnya karena ga pernah liat Ale se anarkis itu! Ale ngerusak barangnya dan
juga foto dia sama Shale. Foto yang diambil dibandara Soekarno Hatta saat Ale
mau berangkat ke London, satu-satunya kenangan dari Shale! Gue tau itu karena
Ale pernah cerita itu ke gue.
*Zayn pov*
Semua udah pada pulang dan gue sebenarnya juga udah
izin ke Niall dan Greg buat pulang duluan. Tapi tadi sebelum pulang Shel ngasih
isyarat ke gue biar gue nungguin dia. Gue pun nungguin dia didepan kamar Niall.
Gue mengingat kembali kejadian dikamar Niall tadi, gue liat pacar gue dicium
orang lain, dirangkul dan dipeluk orang lain. Gue sebenernya sakit liat itu
tapi gue nyoba buat sabar.
Pffftttt.......Ketika gue menarik nafas panjang
tiba-tiba pundak guedisentuh seseorang. Gue nengok, guekira itu Shale ternyata
itu Greg. Gue liat dari raut muka Greg kalo dia bingung kenapa gue masih disin
padahal gue udah izin pulang 15 menit yang lalu. Tak lama Greg keluar, Shale
juga keluar.
“Zayn menungguku J”ucap Shale
pelan sambil tersenyum dan merangkulpundak gue. Gue masih duduk disebuah kursi
didepan kamar Niall.
“Oh oke”jawab Greg masih dengan muka bingung.
“Zayn is real my boyfriend. But...please don’t tell
Niall about this”ucap Shale lagi.
“But why ?”Tanya Greg bingung.
“Saya menyuruh Shale menjadi pacar bohongan Niall dan
merahasiakan hubungan kita dari siapapun, termaksud Ale.”ucap gue sambil bangun
dari temapat duduk dan merangkul pinggang Shale.
“Tapi kalian ga seharusnya ngelakuin ini, kalo Niall
tau gimana ?”ucap Greg.
“Kita Cuma mau Niall lewat masa kritisnya. Kita mau
Niall sembuh dan kita akan bilang hal yang sebenarnya”ucap Shale sedikit
memohon agar Greg tak meberitahu apapun kepada Niall.
“Baiklah jika itu rencana kalian. Tapi terimakasih
karena kalian rela melakukan hal ini buat adik saya”ucap Greg. Gue dan Shale
tersenyum.
Setelah itu gue dan Shale pulang kerumah. Gue liat ada
mobil Harry lagi. Bukannya Harry dan Clasta udah izin pulang dari tadi ? kenapa
mereka masih ada disini ? Gue dan Shale pun masuk kerumah. Gue gandeng tangan
Shale dang a mau ngelepasinnya. Pas gue dan Shale nyampe diruang tivi gue liat
Liam, Clasta dan Harry lagi dalam percakapan serius.
*Shale pov*
Mobil Harry ? Jangan bilang kejadian tadi pagi yang
kita berempat berantem (part 20) bakal
keulang lagi. Gue takut yak arena gue udah ngelakuin hal salah lagi! Tadi kita
beremapt, eh berlima emang terlibat pertengkran hebat. Tapi gue dan Ale udah
baikan dan sekarang dia marah lagi sama gue ? pfffttt...
Gue masuk kedalam rumah, Zayn terus gandeng tangan
gue. Gue takut bener-bener takut. Pas gue dan Zayn tiba diruang tivi. Kita liat
ada Liam, Clasta dan Harry yang lagi dalam pembicaraan serius. Mereka nengok
serentak ketika gue dan Zayn masuk. Dan benar saja muka Clasta berubah jutek ke
gue!-_-
“Hai guys!!! Vas happenin’ ?”dengan gaya cool
andalannya Zayn menyapa Liam, Clasta dan Harry.
Sepiiiiiiiiiiiiiiiiii. Engga ada yang menjawab sapaan
Zayn! Gue menunduk takut. Ya takut kena semprot Clasta kayak tadi pagi-_- pas
gue nunduk, mata gue tertuju pada Sesuatu yang tak asing dipojok ruangan. Koper
gue!!! Tapi kenapa koper gue bisa disitu ? Gue ngelepas tangan Zayn dan jalan
pelan ke koper itu.
“Bisa kamu ceritakan apa yang terjadi antara kamu dan
Niall ?”ucap liam menghampiri gue yang lagi jongkok didepan koper gue. Gue
diem.
“Engga ada yang harus dia jelasin! Semua udah jelas
kalo dia jadian sama Niall dan bikin Ale bertindak anarkis dirumah!!”bentak
Clasta yang masih duduk kearah gue.
Ale bertindak anarkis ? Apa dia juga yang ngeluarin
koper dari kamar gue ? Tapi kenapa ? Gue hamper nangis ketik atiba-tiba Zayn
dateng dan ngerangkul gue. Dia ngajak gue duduk disofa ruang tivi. Zayn ngapus
air mata yang ngalir pelan dipipi gue.
“Ngapain lo nangis ? Ngerasa bersalah ?”ucap Clasta
dengan nada tinggi.
“Bisa ga lo denger apa yang bakal kita omongin sebelum
mara kayak gitu ?”ucap Zayn dengan nada tinggi juga.
“Udah Zayn udaaaah!!”ucap gue bergetar sambil nangis.
“Lo mau nyeritain apa lagi, huh ?”ucap Clasta.
“Calm down babe! Zayn bener, kitaharus dengerin apa
yang mau meraka omongin jangan langsung kita marahin kayak gini.” Harry
nenangin Clasta.
Setelah suasana sedikit kondusif akhirnya Zayn mulai
cerita apa yang terjadi antara gue, Zayn dan Niall. Gue Cuma nunduk selama Zayn
cerita. Zayn ga pernah ngelepasin rangkulannya dari bahu gue. Selesai Zayn
bercerita, Clasta menarik nafas panjang.Tak sempat Clasta berbicara tiba-tiba
Ale dateng dari arah kamarnya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya ? Apakah Ale akan
meminta maaf atau malah akan memarahi Shale ? Tunggu PART 26!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar