Rabu, 08 Agustus 2012

#OneDirectionLoveStory - “Boyfriend, Bestfriend or Girlfriend”


#OneDirectionLoveStory - “Boyfriend, Bestfriend or Girlfriend”
----Part 25---- by: http://septioktaviantry.blogspot.com

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                
*Liam pov*
             
Gue tiba-tiba denger Ale teriak-teriak ga jelas dari kamarnya. Suaranya kayak orang yang teriak sambil nagis. Gue panic dan langsung nyamperin Ale kekamarnya. Pintu kamarnya ga dikunci yang mebuat gue dengan mudah masuk dan lihat kondisi Ale. Gue kaget! Ale ngamuk banting semua pernak-pernik dimejanya dan ngelemaparin semua barang dideket dia, termaksud foto dia dan Shale.

“Ale!!!! Kamu kenapa ?” gue peluk Ale nenangin dia tapi dia tetep meronta-ronta.

“Le!!!! Please cerita sama aku, kamu kenapa ? Jangan kayak gini!!!”ucap gue berusaha nenagin Ale tapi tetep ga berhasil.

Tiba-tiba Ale lari keluar dari kamarnya dan menuju sebuah kamar lainnya. Gue menebak kalau itu kamar Shale karena rapih, tidak mungkin kamar Zayn-_- Ale mengeluarkan koper dari atas lemari dan mengeluarkan semua baju didalam lemari itu lalu memasukkanya kedalam koper.

Ale mebawa koper itu keluar rumah dan membuangnya. Gue hanya mengikuti kemana Ale pergi dan tak manyakan apapun. Setelah Ale pergi dan masuk kerumah kembali, koper yang dibuang Ale gue ambil dan gue taruh didepan tivi.

Gue kembali ngejar Ale. Kali ini dia masuk lagi kemarnya. Dia ngambil figura foto yang pecah. Foto dia sama Shale. Dia ambil fotoya dan robrk fotonya hingga kecil-kecil. Ale lalu teriak..

“Bad Friends Forever!!! Shale you’re my BFF but Bad Friend Forever Not Best Friend Forever!! I hate you Shale!!!!” Ale mencoret muka Shale difoto yang telah ia robek itu.

Ale menagis, dia mungkin sudah lelah teriak sambil menagis. Gue peluk Ale, dan nenangin dia. Gue gendong Ale keatas tempat tidurnya. Gue elus kepala Ale samapi akhirnya dia tertidur plas. Gue mau merapihkan kekacauan ini, tapi sebelumnya gue mau sms Clasta.

To : Clastaria M.
Cepet kesini!!!Ale tadi tiba-tiba menagis dan menjerit! Sekarang dia sudah tenang dan teridur. Gue harap lo dating kesini secepatnya!!!

*Clasta pov*

Kita semua mau pamit pulang tepat ketika handphone gue bordering. Nada sms masuk. Gue check sms itu yang ternyata fari Liam.

From : Liam James P.
Cepet kesini!!!Ale tadi tiba-tiba menagis dan menjerit! Sekarang dia sudah tenang dan teridur. Gue harap lo dating kesini secepatnya!!!

Gue panic seketika nerima sms itu. Dengan segera gue pulang dari rumah sakit dan kerumah Ale. Gue ga ngasih kabar ini ke Zayn karena gue panic dan lupa-_- Sebenarnya Zayn juga sudah pamit pulang ke Niall, tapi dia bilang kalo ndia mau pulang bareng Shale. Alhasil gue dan Harry langsung kerumah Ale.

Gue samapi dirumah Ale ketika Liam sedang membereskan kaca figura foto yang pecah. Gue liat Ale tertidur pulas dengan mata sembap, muka pucat dan tak karuan. Gue masuk kamar Ale perlahan agar tak membangunkannya.

“What happen ?”Tanya gue ke Liam yang lagi nyapu lantai.

Liam nyuruh gue menunggu diruang tivi dulu samapi ia menyelesaikan pekerjaanya. Gue punsetuju dan kembali keruang tivi. Gue nunggu Liam kira-kira b10 menit sampai akhirnya Liam selesai dan duduk diruang tivi juga bareng gue dan Harry. Liam pun memulai bercerita.....

Gue kaget denger cerita Liam. Gue kaget sekaget kagetnya karena ga pernah liat Ale se anarkis itu! Ale ngerusak barangnya dan juga foto dia sama Shale. Foto yang diambil dibandara Soekarno Hatta saat Ale mau berangkat ke London, satu-satunya kenangan dari Shale! Gue tau itu karena Ale pernah cerita itu ke gue.

*Zayn pov*

Semua udah pada pulang dan gue sebenarnya juga udah izin ke Niall dan Greg buat pulang duluan. Tapi tadi sebelum pulang Shel ngasih isyarat ke gue biar gue nungguin dia. Gue pun nungguin dia didepan kamar Niall. Gue mengingat kembali kejadian dikamar Niall tadi, gue liat pacar gue dicium orang lain, dirangkul dan dipeluk orang lain. Gue sebenernya sakit liat itu tapi gue nyoba buat sabar.

Pffftttt.......Ketika gue menarik nafas panjang tiba-tiba pundak guedisentuh seseorang. Gue nengok, guekira itu Shale ternyata itu Greg. Gue liat dari raut muka Greg kalo dia bingung kenapa gue masih disin padahal gue udah izin pulang 15 menit yang lalu. Tak lama Greg keluar, Shale juga keluar.

“Zayn menungguku J”ucap Shale pelan sambil tersenyum dan merangkulpundak gue. Gue masih duduk disebuah kursi didepan kamar Niall.

“Oh oke”jawab Greg masih dengan muka bingung.

“Zayn is real my boyfriend. But...please don’t tell Niall about this”ucap Shale lagi.

“But why ?”Tanya Greg bingung.

“Saya menyuruh Shale menjadi pacar bohongan Niall dan merahasiakan hubungan kita dari siapapun, termaksud Ale.”ucap gue sambil bangun dari temapat duduk dan merangkul pinggang Shale.

“Tapi kalian ga seharusnya ngelakuin ini, kalo Niall tau gimana ?”ucap Greg.

“Kita Cuma mau Niall lewat masa kritisnya. Kita mau Niall sembuh dan kita akan bilang hal yang sebenarnya”ucap Shale sedikit memohon agar Greg tak meberitahu apapun kepada Niall.

“Baiklah jika itu rencana kalian. Tapi terimakasih karena kalian rela melakukan hal ini buat adik saya”ucap Greg. Gue dan Shale tersenyum.

Setelah itu gue dan Shale pulang kerumah. Gue liat ada mobil Harry lagi. Bukannya Harry dan Clasta udah izin pulang dari tadi ? kenapa mereka masih ada disini ? Gue dan Shale pun masuk kerumah. Gue gandeng tangan Shale dang a mau ngelepasinnya. Pas gue dan Shale nyampe diruang tivi gue liat Liam, Clasta dan Harry lagi dalam percakapan serius.

*Shale pov*

Mobil Harry ? Jangan bilang kejadian tadi pagi yang kita berempat berantem  (part 20) bakal keulang lagi. Gue takut yak arena gue udah ngelakuin hal salah lagi! Tadi kita beremapt, eh berlima emang terlibat pertengkran hebat. Tapi gue dan Ale udah baikan dan sekarang dia marah lagi sama gue ? pfffttt...

Gue masuk kedalam rumah, Zayn terus gandeng tangan gue. Gue takut bener-bener takut. Pas gue dan Zayn tiba diruang tivi. Kita liat ada Liam, Clasta dan Harry yang lagi dalam pembicaraan serius. Mereka nengok serentak ketika gue dan Zayn masuk. Dan benar saja muka Clasta berubah jutek ke gue!-_-

“Hai guys!!! Vas happenin’ ?”dengan gaya cool andalannya Zayn menyapa Liam, Clasta dan Harry.

Sepiiiiiiiiiiiiiiiiii. Engga ada yang menjawab sapaan Zayn! Gue menunduk takut. Ya takut kena semprot Clasta kayak tadi pagi-_- pas gue nunduk, mata gue tertuju pada Sesuatu yang tak asing dipojok ruangan. Koper gue!!! Tapi kenapa koper gue bisa disitu ? Gue ngelepas tangan Zayn dan jalan pelan ke koper itu.

“Bisa kamu ceritakan apa yang terjadi antara kamu dan Niall ?”ucap liam menghampiri gue yang lagi jongkok didepan koper gue. Gue diem.

“Engga ada yang harus dia jelasin! Semua udah jelas kalo dia jadian sama Niall dan bikin Ale bertindak anarkis dirumah!!”bentak Clasta yang masih duduk kearah gue.

Ale bertindak anarkis ? Apa dia juga yang ngeluarin koper dari kamar gue ? Tapi kenapa ? Gue hamper nangis ketik atiba-tiba Zayn dateng dan ngerangkul gue. Dia ngajak gue duduk disofa ruang tivi. Zayn ngapus air mata yang ngalir pelan dipipi gue.

“Ngapain lo nangis ? Ngerasa bersalah ?”ucap Clasta dengan nada tinggi.

“Bisa ga lo denger apa yang bakal kita omongin sebelum mara kayak gitu ?”ucap Zayn dengan nada tinggi juga.

“Udah Zayn udaaaah!!”ucap gue bergetar sambil nangis.

“Lo mau nyeritain apa lagi, huh ?”ucap Clasta.

“Calm down babe! Zayn bener, kitaharus dengerin apa yang mau meraka omongin jangan langsung kita marahin kayak gini.” Harry nenangin Clasta.

Setelah suasana sedikit kondusif akhirnya Zayn mulai cerita apa yang terjadi antara gue, Zayn dan Niall. Gue Cuma nunduk selama Zayn cerita. Zayn ga pernah ngelepasin rangkulannya dari bahu gue. Selesai Zayn bercerita, Clasta menarik nafas panjang.Tak sempat Clasta berbicara tiba-tiba Ale dateng dari arah kamarnya.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya ? Apakah Ale akan meminta maaf atau malah akan memarahi Shale ? Tunggu PART 26!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar