Liam Story #SadEnding
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebuah kertas terjatuh dari tanganmu. Kamu terduduk lesu disebuah bangku
dikoridor rumah sakit. Surat keterangan dari dokter tersebut membuatmu shock
dan sedih. Anakmu "Gabriell Jostavine Payne" yang berumur 3 tahun
harus menderita gagal ginjal dan harus selalu rutin cuci darah kerumah sakit.
Sebuah tangan menghapus air mata mu yang menetes deras. Usapan lembutnya tak
asing dikulitmu. Suamimu sudah berada didepan dan tersenyum kearahmu.
"Everything's gonna be okay, darl" Suamimu, Liam James Payne
menenangkan mu.
"Dia masih kecil, dia ga seharusnya punya penyakit seserius ini"
tangisamu pecah didalam pelukan hangat Liam.
"Kamu tau aku cuma punya satu ginjal dan aku masih bisa hidup sampai
sekarang. Anak kita pasti sekuat aku ko" Liam mengelus pundakmu
menenangkan.
Kamu masih saja meneteskan air matamu dipelukan Liam....
*SKIP 3 bulan kemudian*
"Mom... aku harus kerumah sakit lagi ya hari ini ?" tanya Gabriell
saat kamu memakai jaket kebadannya.
"Iya, sayang. Kamu mau sembuh kan ? Mau ikut daddy tour kan ? makanya kamu
harus rajin kerumah sakit biar sembuh" jawabmu menahan tangis.
"Pfffft....... Aku cape mom, aku pengen bobo yang panjang aja ah biar ga
kerumah sakit mulu" dengan muka polosnya Gabriell berbicara seperti itu.
Kamu kaget dan sedih. Dengan sekuat tenaga kamu menahan tangismu didepan Gabriell.
"Semua udah siap ?" Liam datang tepat pada waktunya saat air mata
kamu hampir terjatuh. Kamu lagsung menghadap kearah datangnya Liam dan
menghapus air matamu agar Gabriell tidak melihat itu.
"Ready daddy direction!!!" ucap Gabriell setengah bercanda kearah
daddy-nya. Liam segera menggendong Gabriell dan merangkulmu keluar rumah menuju
mobil dan berangkat kerumah sakit.
Kamu dan Liamm seperti biasa menunggu diluar ruangan dimana Gabriell menjalani
cuci darah.
"Gabriell bilang dia mau tidur yang panjang, babe. Aku takut itu
pertanda...." kamu menagis dipundak Liam. Liam mengelus kepalamu dengan
lembut.
"Dia akan baik-baik aja kok sayang, percaya sama aku ? oke ?" Liam
dengan suara yang sangat lembut mencoba menenangkanmu. Kamu pelan mengangguk
setuju.
*SKIP 5 bulan kemudian*
"Keadaan Gabriell semakin parah, ia tidak hanya membutuhkan cuci darah,
tapi harus mendapatkan donor ginjal yang cocok agar dia dapat terus
bertahan" dokter menjelaskan masalah yang dihadapi Gabriell saat ini
kepada mu dan Liam.
Kamu menarik nafas panjang. Kamu bingung harus melakukan apa. Donor ginjal yang
cocok itu susah, sangat mat susah. Kamu hopeless dan menyerahkan semuanya
kepada Tuhan. Liam meyuruhmu kekamar Gabriell karena ia ingin membicarakan
sesuatu kepada dokter.
Kamu masuk kekamar Gabriell. Dia sedang bermain dengan robot buzz lightyear dan
woody diatas temapt tidurnya. Gabriell persisi seperti ayahnya yang menyukai
toy story. Kamu berusaha menyembuynikan kesedihan mu didepan Gabriell agar dia
tidak ikut sedih.
Tak lama kemudian Liam masuk kekamar Gabriell dan memberitahumu bahwa ia
menemukan donor ginjal yang tepat dari Jepang. Kamu senang bukan main. Liam
bilang, saat operasi nanti ia akan pergi ke Jepang dan menemui keluarga sang
pendonor untuk berterimakasih. Tanpa curiga kamu mengizinkannya.
*SKIP hari operasi*
Kamu menerima surat dari seorang susuter 15 menit setelah operasi Gabriell
dimulai.
"Heyy!! (mrs.(yn) payne. Sorry, maybe i'm a big fat liar. Aku bohong
kekamu masalah aku kejepang. Sebenenrnya aku ga kejepang dan aku masih ada
dirumah sakit ini. Tapi mungkin kita ga satu ruangan, aku lagi diruangan yang
sama kayak Gabriell nemenin dia........." surat itu dari Liam, apa
maksudnya ? kamu mengatur ritme nafas sebelum melanjutkan memmbaca surat itu.
"Aku sayng banget sama kamu, aku juga sayang sama Gabriell. Aku mau kalian
berdua bahagia selamanya. Mungkin aku ga akan ada dideket kalian lagi tapi aku
akan selalu ada dihati kalian. Aku minta maaf sebelumnya ga bilang kekamu kalo
aku yang donorin ginjal aku buat gabriell. Ginjal aku sama gabriell cocok, aku
harus nyelematin dia biar kamu seneng dan bisa ketawa lagi. Maafin aku ya udah
bohong kekamu. I love you mrs.(yn) payne and Gabriell Jostavine Payne"
kamu terisak membaca surat itu. Kamu terduduk lemas mengingat setiap kata dalam
surat itu.
Liam mendonorkan ginjalnya untuk anak kesayangannya. Dia mau ngeliat kamu
senyum lagi dengan kesembuhan Gabriell. Kamu terisak dan menciumi surat itu,
Bau khas Liam.....
"Aku juga sayang sama kamu. Kamu ga harus kayak gini Liam, aku sama
Gabriell ga ada apa-apanya tanpa kamu. I love you.........." kamu berbisik
sambil terus menciumi surat itu. Ikhlas tidak ikhlas kamu harus merelakan
kepergian suamimu, Liam Payne. Dia benar-benar sosok superdad dalam keluargamu.
*SKIP 5 bulan kemudian*
Gabriell sudah sembuh total berkat donor ginjal daddy-nya. Hari ini kamu dan
Gabriell memutuskan pergi kemakam Liam untuk merayakan ulang tahun Liam.
"Happy birthay babe:') kamu seneng kan disana ? Kamu liat kan aku sama
Gabriell seneng disini ? Sebenrnya ini semua ga lengkap tanpa kamu.... aku sama
Gabriell sayang sama kamu" sambil menaburkan bunga dipusara Liam kamu
berbicara.
"Daddy!!!!!!!!!! Gabriell udah scembuh donk :p ih dady malah bobok ah ga
selu wuuuuu..... Gabliel mau main ama daddy nih, main sama mommy ga selu
tau..... daddy bangun donk angan umpet mulu didalem!" dengan suara
cadelnya Gabriell berbicara seperti itu.
Gabriell tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Kamu megelus kepala
Gabriell sambil berkata
......
"Kamu cuma bisa mian sama dady didalem mimpi kamu sayang, kamu ga bisa
main sama daddy disini" air mata mu pun mengalir pelan dipipimu.
"Selamat jalamn Liam, aku sama Gabriell sayang kamu" kamu mencium
nisan Liam dan pergi.
-----------------THE END----------------
Zayn story #SadEnding
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini gue (yn) sama Zayn udah janjian mau beli cincin pernikahan kita yang
tinggel 3 bulan lagi. Gue mutusin untuk dateng ke basecamp Onedirection karena
Zayn ga jemput gue padahal udah 1jam gue nungguin dia. Sampe sana gue cuma
nemuin Louis, Liam dan Niall. Gue udah punya firasat ga enak, Zayn pergi sama
Harry ? pasti kemana-mana! Fikiran gue langsung ke tukang tattoo! Zayn dan
Harry udah kecanduan bikin tattoo sekarang :/ Gue udah ngelarang Zayn buat
berhenti bikin tattoo dia ngedengerin gue, tapi kenapa sekarang diulang lagi
?.-. Gue nelfon Zayn tapi ga diangkat, sms puluhan kali juga ga dibales. Gue
harap gue sampe sana dia belum jadi bikin new tattoo.
Gue sampe tukang tatto langganan mereka (Zarry) dan gue telat. Zayn udah
selesai bikin tattoo baru. Zayn ngeliatin gue didepan pintu, gue sedih, kenapa
dia ga mau dengerin gue ? kenapa ? Zayn nyamperin gue, dia peluk gue dan minta
maaf karena ga nepatin janji. "I'm sorry babe! im really sorry!" Gue
nagis dipelukan Zayn. Dia ga pernah bohong sama gue, ini kali pertamanya dan
gue harap itu yang terakhir. Gue ngelepasin pelukan Zayn "Don't lie to me,
again Zayn! I love you not your tattoos" gue bilang ke Zayn dengan
terisak. Zayn ngapus air mata gue, "this is the last babe, i promise"
Zayn janji sama gue ga bakal bikin tattoo lagi dan bakal ngapus itu semua.
Zayn ngeliatin tattoo barunya, tulisan nama gue. Gue seneng tapi gue ga suka
tattoo dia tambah banyak :/ Zayn emang pernah janji bakal tattoo insial cewek
yang paling berharga buat dia dan itu tenyata gue :'(Gue bilang ke zayn kalo
dia harus hapus tattoo dia bagaimanapun. Engga cepet ga apa-apa asal ilang.
Setelah saat itu Zayn ga pernah nambah Tattoo dia, dia bahkan sering ke dokter
buat konsultasi masalah penghapusan tattoo. Gue seneng Zayn ngelakuin itu.
Bukan untuk gue tapi buat agamanya yang emang ngelarang bikin tattoo ;') Gue
sama Zayn terus nyiapin pernikahan kita yang udah tinggal 2 bulan. Zayn juga
jadi sering banget ke dokter buat konsultasi, dia bilang mulai bulan depan
penghapusan tattoonya udah dimulai. Entah kenapa hati gue ga tenang pas dia
bilang kayak gitu, gue kayak pengen bilang ke Zayn "ga usah lakuin
itu" tapi semuanya ketahan. Gue pengen bilang ke Zayn tentang itu tapi
entah kenapa ga bisa :'(
Hari dimana Zayn bakal ngejalanin opersai penghapusan tattoonya tiba, hati gue
ngerasa semakin ga enak, ga tau kenapa. Dokter bilang, penghapusan tattoo ga
bisa dilakuin sekali atau dua kali menginget banyak tattoo yang Zayn punya.
Setelah dokter bilang gitu gue ngerasa semakin ga enak, gue kayak pengen
ditinggal jauh sama Zayn..... Gue liat Zayn lagi siap-siap pake baju ijo yang
buat operasi. Dia senyum ngeliat ke gue dan bilang "I love You" Gue
cuma bisa bales dengan senyuman seadanya, gue ga mau kalo Zayn tau gue panik
dia mau dioperasi. Zayn masuk ruang operasi. Dia bakal dibius buat ngilangin
rasa sakit saat penghapusan tattoo itu.
Setengah jam berlalu.... tiba-tiba gue denger Zayn teriak dari dalem ruang
operasi. Semuanya kaget termaksud gue dan the boys. Dokter bilang Zayn dibius
dan ga akan ngerasain sakit, kok dia teriak. Gue panik dan lagsung berdiri dari
tempat duduk pas denger itu. Harry narik gue dan nahan gue. Gue langsung balik
dan peluk Harry. Gue takut Zayn kenapa-kenapa. Airmata gue pun ngalir dipipi.
Harry nenangin diri gue dengan nepuk-nepuk punggung gue dan bilang
"everything's gonna be okay. Zayn is stronger one" Gue tau Zayn kuat,
tapi tadi dia teriak ? dia pasti kesakitan ? gue ga seharusnya maksa dia hapus
tattoo :/ Zayn emang udah ga teriak kayak tadi lagi, tapi dokter ga
keluar-keluar dari ruang operasi, gue rasa kok lama banget, itu kenapa ?
2 Jam berlalu dan operasi selesai, dokter keluar dari ruang operasi dengan muka
datar. Dokter bilang kalo Zayn belum sadar karena bius yang disuntik dosisinya
lumayan banyak. Dosis biusnya lumayan banyak ? bukannya kalo bius harus sesuai
takaran ? gue pernah denger kita ga boleh ngebius orang banyak-banyak. Dokter
bilang, Zayn terus menerus kesakitan dengan dosis bius sedikit. Jadi dia
nambahin sedkit dosis buat Zayn. Dokter juga bilang, dosis bius itu masih
sesuai prosedur. Semuanya kembali ke Zayn yang kuat atau tidak. Gue semakin
panik. Kalo Zayn ga kuat berarti........... gue ngapus pikiran itu dan berjalan
gontay keruangan Zayn.
Zayn tertidur pulas ditempat tidur, monitor masih menunjukkan jantung Zayn
masih berdetak itu yang bikin gue tenang. Gue peluk Zayn yang masih tidur, gue
bilang "Zayn maaf ya, ga seharusnya aku maksa kamu hapus tattoo kayak
gini. kamu kesakitan zayn, kalo aku tau penghapusan tattoo sesakit ini aku ga
bakal suruh kamu hapus tattoo. Aku sayang kamu Zayn... Kamu harus kuat ya
Zayn" Airmata gue netes ketangan Zayn... gue terus nguatin Zayn "kalo
kamu kuat, aku ga akan suruh kamu buat hapus tattoo lagi Zayn, Aku ga akan
paksa kamu buat hapus dan bersihin tattoo ditubuh kamu. Aku seneng asal kamu
seneng Zayn. Bangun pleaseeee...."
Gue semakin kejer. Tiba-tiba seseorang ngelus kepala gue. Zayn!!! dia bangundan
senyum ke arah gue. Dia bilang.... "Aku akan lakuin apapun itu permintaan
kamu walau itu nyakitin aku. Aku tetep seneng kok. Aku janji aku kuat"
Zayn senyum ke gue. Gue masih meluk Zayn terus, zayn ngelus rambut gue sekali
lagi dan bilang "I love you forever babe, sorry for everything" Gue
bingung dengan ucapan Zayn kayak mau perpisahan... tiba-tiba gue denger monitor
tidak meneunjukan detak jantung Zayn. Gue teriak manggil dokter dan suster,
semua masuk. Harry lagsung peluk gue dan bawa gue keluar ruangan. Gue
ngeberontak dan tetep mau ada diruangan itu sama Zayn. Gue teriak manggil nama
Zayn, airmta gue semakin deras dipipi
Monitor tetap ga nunjukin tanda apapun..... gue histeris dan teriak "Zayn
kamu bilang kamu kuat! kamu bilang mau nyenengin aku! mana ? kamu bangun
sekarang kalo mau senengin aku!" Zayn tetep ga bergerak, gue terus teriak
"kamu bohong lagi Zayn!!! ini yang kedua yaaa!! kamu bohong Zayn!!! kamu
ga kuat!" Dokter berhenti nanganin Zayn dan gue langsung ngelepasin
pegangan Harry dan meluk Zayn.... "kamu bilang kuat Zayn...kamu bohong
sama aku zayn.... please sayang bangun.... kita mau nikah bulan depan" gue
masih terisak meluk Zayn. "Aku sayang sama kamu, maafin aku udah maksa
kamu lakuin hal yang ga bisa kamu lakuin Zayn.... maafin aku" gue meluk
Zayn. "Aku sayang kamu Zayn. Kamu tenang ya disana , tungguin aku
sayaaaang" gue nyium kening dan bibir Zayn buat terakhir kalinya.
-------THE END--------
Niall
Story #SadEnding
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Hai I’m Niall Horan from One Direction” video itu selalu gue puter dan puter
kalo gue lagi kangen sama Niall. Gue pacaran sama Niall emang pas Niall udah
ngetop di One Direction, tapi gue jadi pacarnya Niall bukan karena dia tenar,
kaya atau apapun. Gue jadian sama Niall karena gue emang saying sama dia. Sifat
dia yang gembira selalu bisa bikin gue ketawa. Ga penah ada kata bosen atau
bête kalo gue sama dia.
Kali ini gue lagi kangen sama Niall. Dia ada tour bareng One direction di US
selama 1 bulan penuh. Niall bilang kalo gue kangen dan pengen ketemu dia, gue
bisa ke US biar tiket segala macem Niall yang beliin. Tapi gue harus kuliah
dang a bisa ninggalin kuliah karena gue udah semester-semester akhir. Niall
bilang sama gue kalo dia juga kangen sama gue. Dia mau dielus palanya sebelum
tidur kayak waktu dia sakit dulu. Tapi dia ngertiin gue yang lagi sibuk kuliah
dan gue ngetiin dia yang lagi sibuk berkarier.
Kalo lagi kangen gini gue skype sama Niall. Kita nyanyi bareng, cerita dan
ketawa bareng. Niall juga selalu telfon gue setiap dia mau naik stage. Gue
selalu terima telfon Niall walau itu tengah malem kerana gue pengen dia seneng
dan bisa ngibur Directioners dimanapun. Akhirnya besok Niall pulang ke UK dari
US. Gue seneng bangeeeeet!!!! Niall bilang kalo dia mau dijemput gue dibandara
karena dia udah kangen banget sama gue.
Gue udah nunggu Niall dibandara. Udah banyak Directioners dan wartawan disana.
Ga sedikit dari mereka yang ngambil foto gue. Tapi gue bersikap biasa aja walau
awalnya gue sempet risih. Akhirnya Niall dan rombongan udah keliatan dan gue
bisa liat Niall lari kearah gue. Niall lagsung peluk dan muter-muter badan gue.
Dia bener-bener kangen sama gue. Ga perduli dengan paparazzi Niall masih peluk
dan gendong gue. He kiss me on my forehead.
Gue tau dia di UK Cuma 2 minggu. Tapi dia bilang kalo dia bakal ngabisin waktu
2minggu full sama gue sebelum dia harus tour Europe dan asia. Gue tau ini
resiko pacar seorang Niall Horan, harus sering ditinggal dia dan harus sering
liat dia dipeluk atau dicium cewe lain.Tapi Niall sebisa mungkin tidak memeluk
fans didepan gue karena takut gue sakit hati. Niall bener-bener saying sama gue
dan gue beruntung bisa ounya dia:’)
“i’m happy.... i can spent my holiday with you, babe” Niall ngandeng tangan gue
kemobil.
“me too” jawab gue singkat.
Niall udah bilang kekeluarganya di Ireland kalo dia ga pulang holiday 2 minggu
ini karena pengen bareng sama gue di London. Kita sampe dibasecamp One
Direction. Tanpa ganti baju, Niall langsung minta dianterin ke Nando’s karena
dia bilang dia kangen Nando’s UK. Gue nurut aja sama Niall. Gue berusaha bikin
Niall seneng kapanpun. Niall selalu bersemangat kalo maslah makanan apalagi
Nando’s walaupun dia baru aja pulang kayak gini.
Selesai dari Nando’s Niall ngajak gue ketaman dideket flat One Direction. Dia
selelu pegang tanagn gue. Ditaman kita ketemu Directioners dan mereka minta
foto. Niall menolak dengan halus karena dia ga mau gue terasingkan. Gue
sebenernya ga apa-apa, tapi Niall ga mau ngerusak suasana. Niall kamu
bener-bener baik ya.... Sepanjang ditaman kita naik ayunan, perosotan dan main
kejar-kjaran. He always holding my hand :’)
2 Minggu bener-bener gue habisin waktu bareng Niall. Bahkan gue rela nginep di
flat One Direction karena Niall ga mau pisah jauh dari gue. Gue menuruti semua
keinginan Niall. Kemanapun dan dimanapun Niall selalu megang tangan gue dang a
mau ngelepasin. Suatu ketika kita lgi jalan-jalan di mall dan gue lepas
pegangan Niall karena pegel, Niall langsung marah dan ngambek. Dia bener-ebener
ga mau ngelepasin gue barang sedetikpun. Gue nurutin semua keinginan Niall.
Gue sebenernya rada aneh. Niall terkadang emang protective ke gue tapi ga sampe
overprotect kayak gini. Niall kenapa ? Niall mau Tour Europe dan asia selama
4-5 bulan, gue tau itu. Tapi kenapa tumben dia ga mau sama sekali ngelepasin
tangannya dari tangan gue ? Gue punya perasaan ga enak. Besok Niall berangkat
ke Europe buet tour. Malemnya dia gamu tidur sendirian karena takut. Gue
bingung, Niall takut ? Kok ga biasanya ? Biasanya gue yang minta temenin tidur
tapi kali ini dia yang minta temenin tidur. Gue nemenin Niall sampe dia
tertidur pulas. Gue elus kepalanya sampe ia tertidur.
Pagi hari. Niall ngambek karena tahu gue ga tidur disamping dia. Gua kira
semalem Niall Cuma minta temenin sampe dia tidur ga sampe pagi. Gue minta maaf
sama dia karena udah ngecewain dia.
“Maaf aku kira kamu Cuma mau ditemenin sampe kamu tidur. Makanya pas kamu tidur
aku balik kekemar aku. Maaf ya, baby giraffe ku” gue minta maaf ke Niall.
“Lain kali kalo aku minta temenin itu kamu harus ada selalu disamping aku sampe
pagi, Okay” Niall meminta.
“Okay, siap bos!” gue tersenyum karena Niall udah ga marah lagi.
Selama 2 minggu disini kelakuan Niall aneh, entah kenapa. Pertama dia nyuruh
gue tinggal sementara di flat 1D, kedua dia minta selalu digandeng tangannya
dan ketiga dia minta temenin tidur sampe pagi. Gue cemas mikirin semua hal itu.
Gue takut itu pertanda buruk. Tapi gue langsung membuang fikiran jahat itu.
“Aku kasih kamu ini ya (kalung liontin hati dengan inisial NJH) kalo kamu
kangen aku kamu cium kalung ini, kalo kamu pengen ketemu aku kamu pegang kaung
ini dan pejamin mata kamu nanti kamu ketemu aku deh” Niall ngasih gue kalung.
Pesan yang dia kasih kok gitu sih, gue semakin cemas.
“Aku bakal ketemu kamu lagi kan 4 bulan kedepan ? janji ?” gue memastikan.
“MUdah-mudahan ya” Niall jawab dengan nada lemah.
“Kok gitu ? kamu janji ya ?” gue semakin cemas dengan jawab Niall tadi, Niall
Cuma senyum.
Oh GOD!!! Firasat apa ini kenapa Niall kayak gitu ? Lindungin dia oh God!!!
Gue nganter Niall sampe bandara seperti biasa. Niall peluk gue lama banget.....
Dia kayak mau niggalin gue jauh dan bakal lama. Niall bilang....
“I Love you babe, good bye!” Niall ngelepasin pelukannya dan langsung pergi.
Good bye ? Niall ga pernah bilang gitu kalo mau pergi. Dia selalu bilang “see
you later” atau apapun. Niall kenapa ? Tiba-tiba gue pengen nangis tapi gue
tahan. Gue ga mau Niall tau kalo gue sedih dia mau pergi. Niall berangkat dan
gue pulang, ga ke flat 1D tapi keruumah gue. Sampe depan rumah ade gue langsung
nyamperin gue didepan pintu dengan muka sedih.
“Kak.... pesawat Ka Niall kecelakaan pas take off..” ade gue bilang dengan nada
lemah. Gue ga percaya, gue masuk rumah dan gue lliat berita ditelevisi. Pesawat
yang Niall tumpangi kecelakaan setelah take off kurang lebih 10 km dari
bandara. Air mta gue netes. Emang belum ada kabar apapun tapi gue udah sedih
banget. Gue langsung pergi lagi keumah sakit.
Dirumah sakit gue nemuin banyak pasien korban pesawat itu. Gue lliat Liam lagi
kasih minumsama Danielle, gue samperin mereka. Ga jauh dari situ ada Louis,
Harry dan Zayn. Gue ga liat Niall. Gue Tanya ke semua tapi ga ada yang jawab.
Gue Tanya crew 1D tapi ga ada yang jawab juga. Tiba-tiba suster bawa sesorang
dengan muka pebuh darah, gue ga bisa ngenalin mukanya.
Tiba-tiba, tangan pasien itu jatuhin Sesutu dari genggamannya. Handphone! Gue
ambil handphone itu dan gue liat wallpapenya, ada foto gue sama Niall. Fotonya
persis sama dengan wallpaper Niall. Gue otak atik hape itu dan hape itu tambah
membuktikan kalo itu punya Niall. Gue lemes, gue terduduk lesu. Danielle bantu
gue duduk dikursi. Dia ngasih gue minum. Gue masih shock ga tau harus ngapain.
Gue pengen Niall sehat kayak temen-temennya. Gue ga mau Niall kenapa-napa.
Air mat ague netes. Gue pegang liotin kalung Niall dan mejamin mata. Niall
bilang kalo gue mau ketemu dia gue haus kayak gitu. Gue buka mat ague tapi gue
ga nemuin Niall! Gue coba lagi tapi Niall tetep ga ada! Tiba-tiba dokter keluar
dari ruangan deket gue dan yang lainnya duduk. Dokter keluar dengan muka sedih.
Gue gamau denger pernyataan dokter. Gue langsung lari keruangan Niall dirawat.
Niall banyak luka, dia berdarah dimana-mana. Dia pucet, tapi bibirnya
tersenyum. Gue peluk dia, gue mau rasain detak jantungnya tapi ga kerasa, gue
cium dia gue mau rasain nafasnya tapi ga ada juga.
“NIALL!!!!!!!!!” gue panggil namanya tapi dia ga jawab. Gue guncang badannya
dia tetp tidur tenang ga gerak.
“Niall please bangun! Aku temenin kamu tidur male mini ya sampe pagi tapi kamu
bangun sekarang ya ? Niall ? Kamu mau aku pegang tangannya ? Tapi kamu bangunya
saying ? Nial.....” gue terus berusaha bangunin dia tapi ga berhasil. Gue
pasrah, Niall udah ga ada. Cinta gue udah perhi bareng Niall. Gue terisak
sambil terus peluk Niall.
“Niall, tidur yang tenang ya. Ga usah takut lagi walau aku ga ada disamping
kamu. Disana kamu banyak yang jagain kok. Kamu tenang ya, aku selalu jagain
kamu kok. Bye saying” gue peluk Niall dan cium bibirnya buat yang terakhir
kali....
-----------------THE END-----------------
Harry Story #SadEnding
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini gue mau nemenin Harry buat latian offroad. Dia baru dalemin hal itu 2
tahun belakangan ini. Harry udah cinta banget sama mobil ya semenjak dia bisa
nyetir. Kira-kira pas dia umur 17 tahun. Gue selama 2 tahun pacaran sama Harry
ga jarang kok diajak buat liat latihan dia sebelum lomba.
Harry kalo lagi ga manggung ya bergelut dengan mobil-mobilnya yang punya roda
gede banget x_x ga jarang Harry ikutan lomba kalo dia lagi free dari One
Direction. Engga jarang juga kalo Harry sering menangin beberapa piala. Bagi
dia itu hanya sekedar hobby sampingan. Karena musik baginya tetep nomer satu.
"Kamu jadi liat aku latian kan ?" suara Harry disebrang telfon.
"Jadi kok babe. Kamu jemput aku kan ? sekarang ?" ucap gue
"Iyaaaa sayangkuuu" ledek Harry disebrang telfon
"Oke aku tunggu! jangan telat ya pussy ku!!" gue balik ngeledek Harry
dan telfon terputus.
Setengah jam gue nunggu akhirnya dia dateng juga. Ga pake mobil offroad x_x dia
jemput gue pake mobil biasa kok;) Harry turun dari mobil buat pamitan dulu sama
mama. Dia lagsung ngerangkul pinggang gue setelah pamitan sama mama.
Sampe ditempat offroad dan temen-temen Harry udah nunggu. Ada louis dan Eleanor
juga disana. Harry emang selalu bilang the boys kalo dia ada latian. Tapi kali
ini yang sempet dateng cuma Louis dan Eleanor karena Niall udah balik ke
Ireland, Zayn pulang ke Bradford dan Liam lagi liburan sama Danielle ke hawaii.
"Goodluck Hazza!!" Teriak Louis.
"Thanks BooBear!!! haha" Harry ngeledek mulu kerjaannya x_x
Gue ngeliatin Harry latian dan hoby Harry ini ga main-main karena bisa bahayain
keselamatan kalo ga hati-hati. Gue sempet diajak Harry buat coba tapi gue takut
dan gamau nyoba.
Harry semangat banget kalo udah dilintasan. Tanjakan setinggi apapun dia coba.
Engga jarang mobilnya kebalik gara-gara Harry salah perhitungan. Harry malah
ketawa kalo mobil dia ga mau jalan masuk lumpur atau kebalik gara-gara salah
nanjak.
Gue tau hobby pacar gue beresiko. Gue selalu bilang ke dia hati-hati dan tetep
fokus. Ya namanya Harry dia nyeleneh dan ya suka bercanda. Pernah suatu ketika
mobilnya kebalik waktu dia latihan. Kepalany ngebentur stiren dan bikin dia ga
sadar selama 3 jam. Gue udah panik banget dan dia malah ketawa pas sadar x_x
Entah apa yang ada difikiran dia waktu itu. Dia bisa aja gegar otak atau bahkan
amnesia gara-gara benturan itu. Tapi dia malah ketawa pas sadar. Harry please
deh orang khawatir kok dia malah ketawa lepas gitu ckck
#SKIP PERTANDINGAN#
Hari ini Harry tanding. Gue berangkat sendiri ke lokasi pertandingan karena
Harry udah harus ada disana pagi-pagi banget. Pagi ini entah kenapa gue ngerasa
ga enak. Perasaan gue campur aduk. Ga biasanya Harry lupa say "GOOD
MORNING" ke gue. Padahal biasanya dia selalu dan ga pernah lupa bilang itu
walau dia di lain negara sama gue atau mau tanding kayak gini.
Gue terus berdoa biar Harry dikasih keselamatan selama lomba nanti. Gue udah
bawain dia sarapan karena gue tau dia itu pasti belum sarapan. Sampe disana The
boys udah kumpul semua. Ya Niall, Zayn, Liam dan Danielle rela balik ke London
demi liat pertandingan Harry.
Harry tau gue dateng. Dia lagsung cium kening gue dan bilang "I Love
You" itu bikin gue ngerasa lebih tenang. Harry makan masakan yang udah gua
masak. Dia makan dengan lahap. Dia selalu senyum kegue pagi itu.
Harry pun udah harus masuk arena. Dia naik mobilnya bareng seorang lagi
temennya. Harry udah siap dilintasan. Mata gue menyapu semua lintasan dan gue
ngerasa lintasannya bener-bener susah. Ada tanjakan tinggi yang tiba-tiba
turunan terjal bangeeeet. Gue berdoa biar Harry bisa ngelewatin semua itu.
Harry ngelambaiin tangannya ke gue sebelum dia tancap gas. Tanjakan dan turunan
dia lewati dengan mudah. Tiba ke tanjakan terakhir, tanjakan tinggi yang
lagsung ke turunan terjal. Gue ga ngerti masalah offroad dan ga tau jalan mana
yang harus dipilih Harry. Tapi tiba-tiba hati kecil gue bilang kalo Harry harus
belok kiri tapi jalan yang diambil Harry adalah kanan.
Mobil yang dipake Harry lompat jauh banget dan kebalik tepat setelah nabrak
sebuah pohon. Harry tetep didalam mobil. Mobil yang dia pake lompat hampir
setinggi 5 meter. Temennya keluar dari mobil tapi Harry engga!! gue panik dan
pengen masuk ke arena tapi dilarang sama panitia. Eleanor nenangin gue.
Harry lagsung dibawa pake ambulance sama panitia. Dimobil berbeda gue nangis
dipelukan Eleanor dan Danielle. Firasat buruk gue pagi ini terbukti. Gue mau
Harry selamat! Gue mau liat senyum dia lagi! Gue mau dia selalu say "Good
Morning" ke gue kapanpun!! gue masih mau semua perhatian Harry!!!
gue liat Harry didorong masuk UGD. Gue lari ke arah Harry. Suster ngelarang gue
masuk. Gue liat kepala Harry banyak banget darahnya. Pasti dia sakit. Dia
bandel sih gue suruh hati-hati ga mau :(
1,5 jam dokter yang nanganin Harry keluar dari ruang UGD. Dia bilang Harry
keilangan banyak darah tapi semuanya kembali ke Harry. Kalo dia kuat dia
selamat kalo engga, dokter bilang dia dan semua udah ngelakuin yang terbaik.
Gue lari masuk ke ruang UGD dan lagsung pegang tangan Harry.
"Harry...bangun dong sayaaaang...kamu belum selesai lomba loh... katanya
mau ngasih piala buat aku ? mana buktinya ? ayo bangun please" dengan
sekuat tenaga gue ngomong ke Harry.
"Kamu seneng offroad kan ? nanti aku temenin naik mobilnya deh janji. Aku
udah berani kok sekarang kalo kamu ajak. Tapi kamu bangun ya Har ? pleaseee
:(" gue nangis dan ciumin tangan Harry. Tiba-tiba tangan Harry gerak dan
gue liat dia buka matanya!!!
"Maaf ya tadi pagi aku lupa bilang good morning kekamu. Maaf ya gara-gara
offroad aku lupain kamu. Ini mungkin balesannya karena aku lupa sama kamu"
Harry ngomong terbata.
"Aku ga apa-apa kok, babe. Kamu boleh ga ucapin good morning ke aku
kapanpun kamu mau asal kamu kuat ya ? Kamu harus sehat dan sembuh lagi. oke
?" gue ngapus airmata gue.
"Aku ga mau janji banyak sama kamu. Aku cuma maun janji satu.....
Aku-akan-selalu-cinta-dan-sayang-sama-kamu" Harry ngomongnya tebata. Dia
ngambil nafas panjang dan ngembusin nafas terakhirnya.
Gue jerit sejadi-jadinya karena tau Harry yang selalu say "Good
Morning" buat gue udah pergi buat selamnya. Harry dengan sejuta canda dan
tawa. Harry dengan mata hijau danlesung pipnya. Harry dengan pelukan dan ciuman
hangatnya. Semuanya udah ga akan gue rasain karena dia udah pergi.... Eleanor
dan Danielle narik gue keluar ruangan.
"Selamat jalan sayang... Aku juga janji bakal selalu sayang sama kamu
sampai kapanpun. I LOVE YOU....." gue terisak.
-------THE END------